Editor N N
Fact Checker Darmawan Putra
Solana (SOL) merupakan salah satu cryptocurrency paling populer di dunia saat ini.
Aset kripto ini dikenal karena kecepatan transaksi yang tinggi, biaya transfer rendah, dan ekosistem blockchain yang berkembang sangat cepat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Solana berhasil menarik perhatian investor, trader, developer blockchain, hingga komunitas NFT dan DeFi. Banyak trader Indonesia mulai membeli dan trading Solana karena volatilitas market yang tinggi serta potensi pertumbuhan jangka panjangnya.
Saat ini, Solana sudah tersedia di berbagai exchange kripto lokal maupun internasional seperti Binance, Indodax, Tokocrypto, Pintu, dan Bybit.
Artikel ini akan membahas apa itu Solana, cara membelinya, legalitas di Indonesia, biaya trading, serta tips aman untuk pemula.
Solana adalah jaringan blockchain yang dirancang untuk mendukung transaksi cepat dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized applications (dApps).
Cryptocurrency utama dari jaringan ini adalah SOL.
Solana pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 dan langsung menjadi salah satu proyek blockchain dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto.
Teknologi Blockchain Solana
Salah satu alasan Solana populer adalah teknologi blockchain-nya yang sangat cepat dibanding banyak jaringan lainnya.
Solana menggunakan kombinasi:
Teknologi Proof of History membantu jaringan mencatat waktu transaksi secara efisien sehingga proses validasi menjadi jauh lebih cepat.
TPS≈65,000
Kemampuan tersebut membuat Solana menjadi salah satu blockchain tercepat di dunia kripto.
Keunggulan Solana
Berikut beberapa kelebihan Solana:
Selain itu, biaya transaksi di jaringan Solana biasanya jauh lebih murah dibanding beberapa blockchain besar lainnya.
Kekurangan Solana
Walaupun memiliki banyak keunggulan, Solana juga memiliki beberapa risiko.
Beberapa kekurangan Solana antara lain:
Karena itu, investor tetap perlu memahami risiko sebelum membeli SOL.
Membeli Solana di Indonesia saat ini cukup mudah. Pengguna hanya perlu membuka akun di exchange kripto lalu melakukan deposit Rupiah.
Berikut langkah dasar membeli Solana:
Binance
Binance merupakan salah satu exchange kripto terbesar di dunia dengan likuiditas tinggi dan pilihan aset yang sangat lengkap. Binance menyediakan trading spot, futures, staking, hingga copy trading untuk Solana.
Indodax
Indodax adalah exchange lokal Indonesia yang cukup populer di kalangan trader pemula. Platform ini mendukung pembelian Solana langsung menggunakan Rupiah melalui pair SOL/IDR.
Tokocrypto
Tokocrypto menyediakan berbagai aset kripto termasuk Solana dengan biaya trading kompetitif. Aplikasi mobile Tokocrypto juga cukup mudah digunakan oleh pengguna baru.
Pintu
Pintu dikenal sebagai aplikasi kripto yang ramah pemula dengan tampilan sederhana. Pengguna dapat membeli Solana mulai dari nominal kecil menggunakan Rupiah.
Bybit
Bybit populer di kalangan trader aktif karena menawarkan fitur leverage, futures trading, dan berbagai tools market untuk trading Solana.
Membeli cryptocurrency memerlukan perhatian terhadap keamanan akun dan penyimpanan aset digital.
Pilih platform dengan reputasi baik dan sistem keamanan yang jelas.
Exchange besar biasanya memiliki:
Fitur ini membantu melindungi akun dari akses tidak sah.
Gunakan aplikasi seperti Google Authenticator untuk keamanan tambahan.
Untuk investasi jangka panjang, sebaiknya gunakan wallet pribadi seperti:
Menyimpan aset di wallet pribadi umumnya lebih aman dibanding menyimpan seluruh aset di exchange.
Harga Solana dapat bergerak sangat cepat. Jangan membeli hanya karena mengikuti hype media sosial.
Pastikan tetap melakukan riset sebelum berinvestasi.
Solana legal diperdagangkan di Indonesia sebagai aset kripto atau komoditas digital.
Namun perlu dipahami bahwa cryptocurrency bukan alat pembayaran resmi di Indonesia.
Aset kripto hanya diperbolehkan sebagai instrumen investasi dan trading melalui platform yang sesuai regulasi.
Regulasi Kripto di Indonesia
Perdagangan aset kripto di Indonesia diawasi oleh regulator terkait dan hanya dapat dilakukan melalui exchange resmi.
Karena itu, pengguna sebaiknya memilih platform terpercaya dan legal.
Risiko Investasi Solana
Walaupun memiliki potensi keuntungan besar, investasi Solana tetap memiliki risiko.
Beberapa risiko utama:
Investor sebaiknya hanya menggunakan dana yang siap menghadapi risiko tinggi.
Biaya trading menjadi salah satu faktor penting sebelum memilih platform untuk membeli atau trading Solana. Setiap exchange memiliki struktur biaya yang berbeda, mulai dari trading fee, spread, biaya deposit, hingga biaya withdrawal.
Trader aktif biasanya lebih memilih platform dengan fee rendah karena dapat membantu mengurangi biaya transaksi dalam jangka panjang.
| Exchange | Trading Fee Solana | Deposit IDR | Withdrawal | Kelebihan |
|---|---|---|---|---|
| Binance | Mulai dari 0,1% | Tergantung metode pembayaran | Biaya tergantung jaringan blockchain | Likuiditas tinggi dan banyak fitur trading |
| Indodax | Sekitar 0,3% | Transfer bank lokal tersedia | Ada biaya withdrawal Rupiah dan kripto | Mendukung pair SOL/IDR |
| Tokocrypto | Mulai dari 0,1% | Deposit Rupiah cukup mudah | Biaya tergantung metode dan jaringan | Aplikasi mudah digunakan |
| Pintu | Menggunakan spread harga | Deposit bank dan e-wallet | Ada biaya withdrawal tertentu | Cocok untuk pemula |
| Bybit | Mulai dari 0,1% | Tergantung metode deposit | Biaya mengikuti jaringan blockchain | Cocok untuk futures trading |
Biaya trading dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan masing-masing exchange serta kondisi jaringan blockchain Solana.
Faktor yang Memengaruhi Biaya Trading
Selain trading fee utama, terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhi total biaya saat membeli atau trading Solana:
Sebelum memilih platform, trader sebaiknya membandingkan keseluruhan biaya dan fitur yang tersedia agar sesuai dengan kebutuhan trading maupun investasi jangka panjang.
Solana menjadi salah satu aset kripto favorit trader harian karena volatilitasnya cukup tinggi.
Pergerakan harga SOL yang cepat memberikan peluang profit, namun juga meningkatkan risiko trading.
Beberapa alasan trader memilih Solana:
Trading Solana juga memiliki beberapa risiko:
Karena itu, manajemen risiko sangat penting.
Beberapa strategi populer untuk trading Solana:
Trader pemula sebaiknya mulai dengan modal kecil sambil memahami karakter market.
Ya, Solana cukup ramah untuk pemula karena tersedia di banyak exchange dan memiliki biaya transaksi rendah.
Sebagian besar platform memungkinkan pembelian mulai dari puluhan ribu Rupiah.
Solana dikenal memiliki kecepatan transaksi lebih tinggi dibanding Ethereum.
Beberapa wallet populer untuk menyimpan SOL antara lain Phantom Wallet, Trust Wallet, dan Ledger Wallet.
Solana merupakan salah satu cryptocurrency paling populer di dunia berkat teknologi blockchain yang cepat dan biaya transaksi rendah.
Dengan ekosistem NFT, DeFi, dan aplikasi blockchain yang terus berkembang, Solana memiliki potensi besar baik untuk investasi maupun trading.
Bagi investor Indonesia, membeli Solana kini semakin mudah melalui berbagai exchange seperti Binance, Indodax, Tokocrypto, Pintu, dan Bybit.
Namun sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami risiko, biaya trading, keamanan akun, serta memilih platform yang terpercaya. Dengan manajemen risiko yang baik dan strategi yang tepat, Solana dapat menjadi salah satu aset kripto menarik untuk dipertimbangkan di tahun 2026.
Nilo adalah Senior Editor di Indonesian Brokers, platform informasi independen untuk broker saham, forex, dan cryptocurrency di Indonesia. Ia berpengalaman dalam riset dan analisis industri keuangan, dengan fokus membantu trader dan investor Indonesia mendapatkan informasi broker yang objektif, akurat, dan mudah dipahami sehingga dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Senior Financial Market Analyst di Indonesian Brokers, platform informasi independen seputar broker saham, forex, dan cryptocurrency di Indonesia. Berpengalaman dalam riset pasar, analisis industri keuangan, serta evaluasi layanan broker, dengan fokus menyajikan informasi yang objektif, akurat, dan mudah dipahami bagi pembaca yang ingin memahami perkembangan industri broker dan pasar keuangan secara lebih jelas.
75.99% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD