Reku adalah salah satu crypto exchange asal Indonesia yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform ini dikenal karena kemudahan penggunaan, akses ke aset crypto populer, serta integrasi dengan sistem keuangan lokal.
Reku banyak digunakan oleh investor pemula maupun pengguna yang ingin melakukan investasi crypto jangka panjang dengan cara yang sederhana dan legal di Indonesia.
Namun, bagaimana sebenarnya keamanan, regulasi, biaya, serta fitur Reku? Berikut ulasan lengkapnya.
Reku (sebelumnya Rekeningku) adalah platform crypto exchange yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto menggunakan Rupiah (IDR).
Platform ini menyediakan berbagai aset seperti Bitcoin, Ethereum, USDT, dan altcoin lainnya.
Fokus utama Reku:
Reku dirancang untuk menyederhanakan proses investasi crypto tanpa fitur yang terlalu kompleks.
Skor Keseluruhan
Regulasi & Lisensi
Komisi & Biaya
Deposit & Penarikan Dana
Layanan Pelanggan
Deposit Minimum
Rp10.000
Bitcoin (BTC)
Sedang
Ethereum (ETH)
Rendah
Biaya Penarikan
$0
Pembukaan Akun
1 Hari
Overall score
Regulation & license
Trading fees
Deposit & withdrawal
Customer support
Deposit Minimum
Rp10.000
Bitcoin (BTC)
Sedang
Ethereum (ETH)
Rendah
Biaya Penarikan
$0
Pembukaan Akun
1 Hari
Regulasi adalah aspek penting dalam menilai keamanan sebuah platform crypto.
Sejak awal berdiri, Reku telah terdaftar dan diawasi oleh beberapa regulator dan lembaga keuangan resmi di Indonesia, termasuk:
Dengan regulasi tersebut, Reku beroperasi dalam sistem keuangan Indonesia yang terstruktur dan diawasi secara resmi, memberikan tingkat keamanan dan transparansi yang lebih tinggi bagi pengguna.
Reku tergolong aman karena:
Risiko utama tetap berasal dari volatilitas pasar crypto, bukan platform.
Reku berada di bawah pengawasan BAPPEBTI yang berarti:
Reku bukan penipuan.
Fakta:
Namun pengguna tetap harus waspada terhadap penipuan pihak ketiga yang mengatasnamakan Reku.
Reku merupakan perusahaan fintech crypto yang beroperasi secara resmi di Indonesia dengan pusat kegiatan bisnis di dalam negeri.
Aktivitas operasional Reku berpusat di Jakarta sebagai salah satu hub utama industri fintech dan crypto di Indonesia.
Reku menyediakan sistem deposit yang mudah untuk pengguna Indonesia.
Metode deposit:
Keunggulan:
Minimum deposit di Reku adalah sekitar Rp10.000, sehingga sangat cocok untuk pemula.
Penarikan dana di Reku cukup sederhana:
Untuk crypto withdrawal, biaya tergantung jaringan blockchain.
| Jenis Biaya | Detail |
|---|---|
| Trading Fee (Maker) | 0,1% |
| Trading Fee (Taker) | 0,1% |
| Mode Lightning | Bisa 0% untuk transaksi tertentu |
| Deposit IDR | Gratis |
| Withdraw IDR | Gratis (biaya bank Rp6.500) |
| Withdraw Crypto | Network fee sesuai blockchain |
Kesimpulan:
Reku memiliki struktur biaya yang kompetitif dan cukup jelas untuk pengguna ritel di Indonesia.
Reku menyediakan berbagai aset crypto, termasuk:
Total aset tersedia sekitar 100–150+ crypto.
Fokus utama:
Reku hanya memiliki satu jenis akun:
Reku tidak hanya menyediakan spot trading, tetapi juga fitur Crypto Futures dengan leverage hingga 25x tergantung aset.
Artinya:
Reku tersedia dalam:
Fitur:
Kelebihan:
Kekurangan:
Reku menyediakan:
Kelebihan:
Kekurangan:
Berikut penilaian layanan utama Reku:
| Aspek | Skor |
|---|---|
| Overall Score | 4/5 |
| Regulation & License | 4/5 |
| Commission & Fee | 4/5 |
| Deposit & Withdrawal | 4/5 |
| Customer Support | 4/5 |
Kelebihan Reku
Kekurangan Reku
Ya, Reku menyediakan fitur staking untuk beberapa aset crypto tertentu. Pengguna dapat memperoleh imbal hasil pasif dengan mengunci aset dalam periode tertentu sesuai ketentuan platform.
Reku pada dasarnya ditujukan untuk pengguna di Indonesia karena menggunakan Rupiah (IDR) dan sistem perbankan lokal. Akses dari luar Indonesia dapat terbatas tergantung kebijakan platform.
Harga crypto di Reku mengikuti pasar global, namun bisa terdapat sedikit perbedaan karena likuiditas dan spread di pasar lokal. Perbedaan ini biasanya kecil dan tidak signifikan untuk investor jangka panjang.
Tell us more about your experience